Oleh Haslina Usman
24 November 2021, 09:05

Untuk mendapatkan maklumat terkini, ikuti kami melalui Telegram

Langgan Sekarang

Tanggal 29 November, 2001
bagai langit runtuh menangis hiba
kau tinggalkan kami
dijemput pulang
di sunyi pekat malam.

Malam menjadi siang
hingar bingar, riuh rendah
semua dikejutkan
diduga dengan kehilangan yang pasti.

Detik itu kembali lagi
tanggal 29 November kembali
seperti dulu
bagai langit runtuh meratap tangis
kini kali ke dua puluh
kembali dengan pulas ombak menghempas.

Dari tiap lirikkan mataku
wajahmu mengintai silau
hati yang merindu sayu melarat
ruang kosong, lompong di sanubari
dengan berat aku redha|
atas tuntutan wajib Yang Esa
dan jika saat bertemu kembali dimakbul
pasti ruang ini sempurna terisi penuh.

Sehingga saat bertaut itu
tanggungjawab akan ku pikul
membela, menegakkan, menyebar
cinta kasihmu sejagat
pada alam dan manusia seluruh
jalan yang penuh kerikil dan semalu
menapak, melangkah dengan gusar
menahan keperitan yang tertulis sudah.

Aku hanya perlu restumu
pada jalan amanah ini
dengan semangat jiwamu
dulunya kental ikhlas berkobar.

Salam kasih rindu yang lara.

LARALUKA
November 2021

Buletin JendelaDBP
Inginkan berita dan artikel utama setiap hari terus ke e-mel anda?

Kongsi

Yang Berkaitan

Coretan Puisi

Mitos Bahasa

17 November 2021, 15:42
Coretan Puisi

Kandil yang Padam

28 Oktober 2021, 11:08
Coretan Puisi

Pohon Merdeka

9 September 2021, 12:51